Minggu, 10 April 2011

Seandainya Saja Lampu Dinyalakan dan Bulan Lebih Diterangkan

Diposting oleh Itha Karla di 04.22
Reaksi: 
"....seandainya saja lampu itu dinyalakan dan bulan lebih diterangkan, maka kita bisa ngeliat pemandangan bagus. Kata Plato "gelap" itu gak ada, yang ada itu kekurangan cahaya.

Mungkin kita udah meredup.
Pada hati.
Pada kepercayaan yang sudah lama sekarat, lalu mati diam-diam. Mungkin janji yang kita ucapin dulu bisa dengan gampang dilupakan setelah kita mulai membuat janji yang baru, janji yang juga tak bisa ditepati."

Itu penggalan kata2 dari kisah Raditya Dika yang judulnya 'Di Balik Jendela' di bukunya 'Cinta Brontosaurus' yang baru aja selesai kubaca. Waktu baca cerita ini hatiku kayak diobok2. Setelah cengengesan dan puas ngakak jungkir balik, aku dibuat larut. Dalemm banget... kayak diputar180 derajat.... Cerita ini berkisah tentang hubungan jarak jauh antara Radith yang di Australia dan ceweknya yang di Indonesia. Cinta jarak jauh (antar benua) yang gak tertolong lagi gara2 jarak dan kepercayaan. Kepercayaan yang lama sekarat dan kemudian mati. Sangat disayangkan padahal si Radith masih sayang. (Walaupun disitu ditulis, setelah dia tiba di Melbourne di berkata "Aku sudah bisa melupakanmu" tapi kurasa rasa itu masih ada. Terasa banget dari setiap kata yang dia tuliskan. Ato setidaknya masih ada ketika dia menulis cerita itu...sotoy deh....).

Waktu baca itu aku kayak dipindahkan di posisi yang sama. Dalam cinta yang berjarak. Kisah cintaku yang telah terjalin 2,5 tahun (persis dengan ceritanya). Cinta yang lumayan lama terbina. Yang awalnya manis :) Tapi setelah semakin lama mungkin aku merasa hal yang sama. Apakah kepercayaanku hampir sekarat? apakah jarak akan mengalahkan cinta? tanya hati kecilku. Untuk cinta jarak jauh memang kepercayaan sangat penting. Dan mempertahankan kepercayaan itu sulit. Apalagi bila menemukan ganjalan-ganjalan yang membuat kepercayaan itu sekarat. Hati akan terpancing untuk mencari pelarian, dan kadang terpikir untuk menyerah. Tapi hati masih terikat dengan cinta.

Sampai sekarang aku masih bingung apa yang harus dilakukan kalo keraguan itu datang lagi. Seperti penyakit yang menggerogoti kepercayaan. Apa harus larut dalam arus cinta demi mempertahankan kepercayaan, demi cinta. Bagaimana kalo kenyataanya gak seperti yang diharapkan. Mungkin aku belum terlalu siap. Aku bodoh soal cinta. Mungkinkah kita udah meredup, pada hati? Ataukah lampu itu harus dinyalakan dan bulan lebih diterangkan?

Kepercayaan tetap harus dibangun oleh dua orang. Bisa mempercayai dan bisa dipercaya. Jujur, aku butuh lampunya, dan bulannya di terangkan lagi.... agar bisa melihat pemandangan bagus itu.... atau.... pemandangan di luar tak bagus?? ahh... aku takut memikirkannya........

5 komentar:

Nufri L Sang Nila on 10 April 2011 05.31 mengatakan...

waaaaa....abis baca buku...malah teringat kenangan manis ya....hihiiiiiii

:)

Jiox on 10 April 2011 22.40 mengatakan...

cinta itu rumit ya? he he, makasih follownya, ane follow balik :)

Sang Cerpenis bercerita on 13 April 2011 05.22 mengatakan...

jadi inget yayangku nih. soalnya kami juga menjalin hub jarak jauh.

merry go round on 13 April 2011 06.16 mengatakan...

Ganti template ya? Panteess agak2 gak ngeh ;) tapi suka kok sama tampilan yg ini.

Raditya Dika ya? Iya, tulisannya nendang banget di bagian endingnya. Dia selalu lugas dan terbuka dalam mengekspresikan perasaan lewat tulisan, trus kita juga jadi mikir dan menempatkan diri gimana seandainya kalo kita ada di posisi dia.

Aku sempet review yg Marmut Merah Jambu disini, http://roundmerryround.blogspot.com/2010/07/raditya-dika.html mampir yaaaa :D

Switha Nothing on 14 April 2011 01.06 mengatakan...

nufri: iya nich back to masa lampau sambil mengenang-ngenang :D

jiox: iya mas, kayaknya butuh dibahas di pelajaran2 sekolah deh.hehe...makasih followannya ya... :)

cerpenis : waahh ternyata qt agak serupa nasib y...smoga lggeng trus y mba ;)

merry GR: iy nich abis coba2 obrak abrik jadi gini deh..hehe..lucu y :D yang review itu aku sudah mampir mba...bener2 terinspirasi pokokknya...hehehe :D

Posting Komentar

 

Itha's True Tale Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei