Jumat, 29 April 2011

Marmut Merah Jambu

Diposting oleh Itha Karla di 07.52
Reaksi: 
0 komentar
Bis baca MMJnya Raditya Dika lagi. Kayaknya aku merasa kehilangan..... dan juga ketemuan. Aku kehilangan gokil kebego2an Radith di Cinta Brontosaurus, ato di Babi Ngesot, yang meledak-ledak dan membekas. Aku sempat mikir, si Radith abis baca buku apa ya, karakter di tulisan yang dulu agak terkikis menurutku. Tapi aku menemukan sisi Radith yang lain. Sisi yang mungkin membuatnya menjadi lain sekarang. Pendewasaan karena perjalanan cinta. Yup, di MMJ dia banyak cerita tentang kisah cintanya yang kayak berputar dalam roda mainannya Marmut. Berputar, dari naksir, kenalan, dll, jadian, trus putus alias gagal. Cinta yang memberinya pelajaran namun tak memberinya pengertian. Kapan dia harus berhenti dan keluar dari roda itu.

Aku pun begitu, walau tak sebanyak kisah pacaran si Radith, namun aku bergelut dengan kenaksiran sama cowok yang tak tergapai. Dan selalu dengan tema yang sama dengan Judul pertama di MMJ. Yup, Jatuh Cinta Diam-diam. Aku selalu menghabiskan waktuku dari zaman ABG dulu dengan jatuh cinta diam2. Hanya aku dan catatan2 kecilku yang tau. SMP aku jatuh cinta monyet ke ketua kelasku yang duduk di depan tempat dudukku. Aku selalu semangat belajar apa saja sambil memperhatikan dirinya dari belakang. SD aku suka sama cowok terpinter di sekolahku. Dan ketika beranjak ABG aku sadar, masih ada yang lebih keren. Hehe.... Aku pernah suka adik kelas, teman sekelas, teman kampus,dan kakak kelas yang jago basket n keren banget, dan pernah juga sama temennya temenku.

Ternyata selera itu berputar seperti roda ya... :)

Kamis, 28 April 2011

Semoga Yang Kita Miliki Seteguh Itu

Diposting oleh Itha Karla di 02.59
Reaksi: 
4 komentar
Sore ini dikala badan masih capek ku teringat dia. Aku mendadak melow. Mendadak kangen. Hampir 4 bulan tak melihatnya. Secara utuh. Namun ingatanku begitu utuh. Tatapan, senyuman, sentuhan itu belum luntur. Aku masih menyimpannya. Di sini. Dalam hati. Sampai kita bertemu lagi. Dan menciptan kenangan yang indah lagi. Sekarang aku harus puas pacaran dengan hp dan netbook. Tapi ku tau cinta tak hanya sebatas itu. Semakin keras ombak menerpa akan membuat batu karang yang tersisa hanyalah karang yang benar-benar teguh. Semoga yang kita miliki seteguh itu.

:)

Sabtu, 16 April 2011

Kondom (Mengertilah Sebelum Terlambat)

Diposting oleh Itha Karla di 07.23
Reaksi: 
8 komentar
Hari ini nyokab kambuh. Ngomel-ngomel sejadi2nya. Kepalanya mulai keluar taring, mulutnya keluar tanduk. Rambutnya berkibar-kibar diiringi lagu Indonesia Raya (lho). Pokoknya intinya hari ini nyokab marah besar sama Yudi, adekku.

Ceritanya gini. Tadi Si Yudi dengan wajah memelas dan memohon kepada mamaku, katanya.
"ma beliin aku kondom donk" dengan tampang culun dan inosen.

Mamaku kaget setengah tidur dan teriak-teriak sambil kebakaran jenggot (ada ya?).
"anak brengsek, ngapain kamu beli kondom??? udah mulai kurang ajar ya.....masi kecil....mau jadi apa kamu nanti?????" serangnya bertubi-tubi sambil ngosngosan lupa napas.

Si Yudi yang paling sebel kalo dibentak-bentak langsung ngacir dengan muka mengkerut.
Lalu datanglah diriku. Mama melapor.
"Tuh Yudi Ta, abis mama marahin. Kencing aja belum lurus udah berani-berani mo beli kondom. Mulai kurang ajar dia."

Aku mikir, oooh ternyata begitu... aku ngerti lalu bilang,
"Ma, kondom yang dimaksud itu buat hapenya, bukan buat gituan...yang pelindung hape itu, yang warna-warni itu...namanya kondom" Aku menjelaskan. Kebetulan Yudi pernah nanya2 harga kondom hapeya beberapa waktu lalu.
Mama tertawa bego.
"Hmm makanya, kalo jadi ibu-ibu harus rajin update... hehehe"

Kamis, 14 April 2011

KALO KEHENDAKMU AKU DISINI IJINKANLAH

Diposting oleh Itha Karla di 05.29
Reaksi: 
6 komentar
Hari ini aku tes di Bank BCA untuk posisi frontliner. Pagi2 dengan semangat membara diriku bagun dan bersiap untuk tes. Semangat, iya... soalnya dari dulu kepengen kerja di bank yang branded gitu...hehe... Setelah menunggu sekitar 1 bulan setelah memasukan lamaran, wawancara pertama dilakukan pada awal bulan Maret lalu disuruh menunggu panggilan berikutnya. Aku menunggu dengan harapan dipanggil lagi buat tes selanjutnya. Setelah menunggu beberapa minggu aku berpikir mungkin gak lolos, soalnya udah berminggu2 gak ada kabar.

Beberapa hari kemudian ada pangilan dari RRI untuk wawancara penyiar. Aku ikut aja, dengan motivasi yang penting dapat kerjaan n punya duit, bosan nganggur. Tanpa mempertimbangkan potensi diri...sikaaat...hehe...modal nekat :D Setelah di tes ternyata aku ditawarkan di bagian keuangannya melihat background pendidikanku yang accounting. Jadilah aku kerja di sana bukan penyiar tapi staf keuangan. Senang, karena sebenarnya aku lebih nyaman di posisi itu.

Beberapa minggu kemudian setelah resmi bekerja, panggilan dari BCA datang. Aku diundang untuk ikut psikotes jam 07:30 hari ini. Jadi tadi pagi2 aku bangun dengan semangat dan langsung siap2. Aku ijin ke ibu bos dengan alasan sakit... duuuhhh dosa lagi nich boongin orang tua....tapi pikirku gak papa, demi masa depan...hehe (TETEP AJA DOSA...YEE...)

Akhirnya aku pun mengikuti tes. Tes pertama yaitu tes kecerdasan. 68 orang yang ikut terseleksi menjadi 17 orang, aku di antaranya. Mengetahui lolos bagaikan melihat pintu sorga di depan mata haha... Semangat tambah banyak.... Berharap benar2 bisa masuk dengan mulus. Tes berikutnya adalah tes menggambar dan menghitung.

Waktu menggambar aku membuatnya dengan sepenuh hati bak pelukis. Dengan yakin ku berkata dalam hati, gambar ini pasti bisa mengantarku ke gerbang berikutnya. Berikutnya tes berhitung angka2 yang banyak sekali (apa ya istilahnya...lupa...itu yang dijumlahin bisa dari atas ke bawah ato dari bawah ke atas di kertas yang super besar) begitu melihat besarnya kertas itu aku langsung menarik napfas dan meyakinkan diri pasti bisa menjawabnya...pasti...kubakar lagi semangatku. Kertaspun dibagikan, begitu aba2 dimulai akupun bekerja seefisien mungkin. Cepat, dan tepat (lumayan tepat). Menghitung dengan kecepatan tinggi sebisaku. Sangking konsennya sampai2 lupa untuk menarik nafas. Untung bisa sadar secepatnya. hehe

Selesai tes kami disuruh menunggu hasil di luar ruangan selama 30 menit. Harap-harap cemas dengan doa bertubi2 akhirnya saat yang ditunggu tiba juga. Gak kayak Indonesian Idol yang namanya dipanggil satu-satu kemudian berdiri di depan ruangan untuk dieliminasi, hasil pengumuman itu hanya di tulis di selembar kertas berkolom. Kolom pertama no; kedua nama, ketiga no. Tlp dan di bawahnya ditulis keterangan waktu wawancara lanjutan tiap2 peserta yang lolos. Si ibu tukang tes bilang, langsung liat aja di sini nama2 yang lolos trus tulis no hapenya, sambil menunjukan kertas dan meletakkannya di meja.

Aku berdoa dalam hati “Tuhan kalo kehendak-Mu aku disini ijinkanlah....” Dengan dedeg-degan kami melihat pengumumannya. Ku cari namaku. Dengan mata elang...........

Taaarrrraaaa

No 1.....ga ada.

No 2......ga ada.

Deg.  

Ku cek sampai no 13

Ga ada.

Ku liat bawahnya lagi....

Ohhhh tidaaaaaaakkkk..................

Yang lolos Cuma 13 orang dan namaku tak ada di sana. Akupun kecewa. Sirna sudah satu harapan. Aku berkata dalam hati. “Kok bisa? Aku kan sudah menjawabnya dengan baik. Dengan segenap jiwa dan raga. Dengan segenap kekuatan dan semangat. Kok bisa gak lolos. Apa aku memang lebih tolol dibanding 13 orang ini?” Aku bercampur kecewa sambil melihat wajah2 bahagia mereka yang lolos.

Seseorang dari mereka menghampiri dan bertanya kepadaku “kamu lolos?”
“tidak” Aku senyum (agak dipaksakan).
Dia bilang “mungkin jalannya belum saat ini, tapi jangan menyerah ya, coba terus”

Aku pun teringat akan doaku sebelum melihat pengumuman itu “Tuhan kalo kehendak-Mu aku disini ijinkanlah....” Perlahan aku mengerti, ini bukan jalanku. Tuhan belum mengijinlanku di sini, tapi aku tetap yakin masih ada yang terindah yang disimpan-Nya untukku. Kesempatan demi kesempatan yang walaupun tak membawaku menggapai keinginanku namun memberiku pelajaran berharga tentang perjuangan menggapai cita-cita, kepercayaan dan penyerahan diri. Membuatku lebih gigih dan tangguh dalam berjuang. Aku yakin masa depan yang penuh harapan disediakan-Nya untukku. Dan aku akan selalu semangat mengejarnya.

Sekarang di sini tugasku, jalanku. Bekerja dengan semangat, melakukannya dengan baik apa yang ada di hadapanku. Aku tak pernah tau apa yang akan terjadi nanti. Yang pasti berbuat dengan baik tak kan sia-sia.

Minggu, 10 April 2011

Seandainya Saja Lampu Dinyalakan dan Bulan Lebih Diterangkan

Diposting oleh Itha Karla di 04.22
Reaksi: 
5 komentar
"....seandainya saja lampu itu dinyalakan dan bulan lebih diterangkan, maka kita bisa ngeliat pemandangan bagus. Kata Plato "gelap" itu gak ada, yang ada itu kekurangan cahaya.

Mungkin kita udah meredup.
Pada hati.
Pada kepercayaan yang sudah lama sekarat, lalu mati diam-diam. Mungkin janji yang kita ucapin dulu bisa dengan gampang dilupakan setelah kita mulai membuat janji yang baru, janji yang juga tak bisa ditepati."

Itu penggalan kata2 dari kisah Raditya Dika yang judulnya 'Di Balik Jendela' di bukunya 'Cinta Brontosaurus' yang baru aja selesai kubaca. Waktu baca cerita ini hatiku kayak diobok2. Setelah cengengesan dan puas ngakak jungkir balik, aku dibuat larut. Dalemm banget... kayak diputar180 derajat.... Cerita ini berkisah tentang hubungan jarak jauh antara Radith yang di Australia dan ceweknya yang di Indonesia. Cinta jarak jauh (antar benua) yang gak tertolong lagi gara2 jarak dan kepercayaan. Kepercayaan yang lama sekarat dan kemudian mati. Sangat disayangkan padahal si Radith masih sayang. (Walaupun disitu ditulis, setelah dia tiba di Melbourne di berkata "Aku sudah bisa melupakanmu" tapi kurasa rasa itu masih ada. Terasa banget dari setiap kata yang dia tuliskan. Ato setidaknya masih ada ketika dia menulis cerita itu...sotoy deh....).

Waktu baca itu aku kayak dipindahkan di posisi yang sama. Dalam cinta yang berjarak. Kisah cintaku yang telah terjalin 2,5 tahun (persis dengan ceritanya). Cinta yang lumayan lama terbina. Yang awalnya manis :) Tapi setelah semakin lama mungkin aku merasa hal yang sama. Apakah kepercayaanku hampir sekarat? apakah jarak akan mengalahkan cinta? tanya hati kecilku. Untuk cinta jarak jauh memang kepercayaan sangat penting. Dan mempertahankan kepercayaan itu sulit. Apalagi bila menemukan ganjalan-ganjalan yang membuat kepercayaan itu sekarat. Hati akan terpancing untuk mencari pelarian, dan kadang terpikir untuk menyerah. Tapi hati masih terikat dengan cinta.

Sampai sekarang aku masih bingung apa yang harus dilakukan kalo keraguan itu datang lagi. Seperti penyakit yang menggerogoti kepercayaan. Apa harus larut dalam arus cinta demi mempertahankan kepercayaan, demi cinta. Bagaimana kalo kenyataanya gak seperti yang diharapkan. Mungkin aku belum terlalu siap. Aku bodoh soal cinta. Mungkinkah kita udah meredup, pada hati? Ataukah lampu itu harus dinyalakan dan bulan lebih diterangkan?

Kepercayaan tetap harus dibangun oleh dua orang. Bisa mempercayai dan bisa dipercaya. Jujur, aku butuh lampunya, dan bulannya di terangkan lagi.... agar bisa melihat pemandangan bagus itu.... atau.... pemandangan di luar tak bagus?? ahh... aku takut memikirkannya........

Jumat, 08 April 2011

Fotocopy Membawa Nikmat

Diposting oleh Itha Karla di 02.26
Reaksi: 
6 komentar
Pagi yang cerah di hari Jumat. Jam setengah 7 pagi aku melakukan rutinitas yang tak biasa. Yo'i.... 'bangun pagi'. Diriku memang panganut MSBBP alias Manusia yang Susah Banget Bangun Pagi. Waktu ayam mulai berkotek-kotek, aku masih di atas pembaringan. Bergulat dengan mimpi. Padahal sedari malamnya diriku bertekad untuk balapan bangun sama tuh ayam-ayam agar supaya tidak telat bangun. Pasalnya di hari ini, setiap hari Jumat pagi pas jam 7 teng ada olah raga bareng di kantor. Dan kalo gak ikut, harus siap2 rela gajinya dipotong Rp. 20.000,-. Lumayan tuh buat tambah2 beli buku incaran.

Akhirnya aku bangun di jam 6 lewat dikit. Langsung minum susu, makan roti, mandi, ganti baju, n siap2 berangkat lengkap dengan peralatan perang. Olah raga maksudnya. Jam setengah 7 aku berangkat naik angkot dengan doa bertubi-tubi, semoga gak telat hari ini. Tapi angkotnya lelet banget...akhirnya aku tiba di kantor jam 7 teng lewat 3 menit (yaah.... gak teng donk...) akhirnya diriku harus menerima kenyataan untuk divonis telat. Walaupun udah divonis tapi masih sempat ikut senamnya. Lumayan buat kurang2in badan yang keberatan.

Abis olah raga perut kencorongan... baru ingat denh ternyata belum sempat makan nasi....padahal malamnya belum sempat makan....banyak... dan baru ingat lagi, ternyata bawa duitnya cuma Rp.16 ribu dan udah dipake 6.000 buat angkot ke kantor. Waduuuh, kalo angkot pulangnya Rp. 7 ribu gak cukup buat makan.... 16 rb - 6 rb - 7 rb = 3 ribu, aku ngitung lagi. Dengan lemas aku mengaminkan, sepertinya aku berada di antara dua pilihan. Pertama, cari makan siang yang harganya Rp. 3000,- atau kurang dari itu; pilihan ke dua, aku harus puasa jumat kliwon. 

Pilihan pertama sepertinya mustahil mengingat harga nasi di kantin Rp. 8000,-. Pilihan satu-satunya adalah puasa. Tapi perut ini sepertinya gak iklas banget buat gak diisi. Akhirnya pilihan darurat, makan pisang goreng 3 biji. Pas Rp.3000,-. Lumayan.

Sementara merencanakan mau ke kantin untuk membeli pisang goreng, ada ibu yang ngajak temenin dia ke tempat fotocopian. Namanya Ibu Ririn, baru pindah dari Pekan Baru. Kami teman satu ruangan kerja. Sebagai sesama manusia yang agak serupa nasib, diriku mengiyakan untuk menemani dirinya.

Abis dari tempat fotocopian bu Ririn bilang "Ta makan Coto Makassar yuk". Aku yang duit ditangannya tinggal 10 ribu cuma bisa senyum-senyum bego sambil bilang "udah makan bu di rumah..."
si ibu bilang, "ga papa makan lagi..."

Karena gak enak aku ikut aja. Sampai di tempat coto bu Ririn pesen 2 porsi. Dalam hati aku berkata, "mudah-mudahan dia yang traktir" hehehe ngarep bener. Kalo terpaksa aku bayar, mau gak mau harus merelakan 10 ribuannya untuk bayar coto dan suruh orang rumah buat jemput aku pulang. Itu pun kalo mereka dah pulang kerja.

Aku pun berdoa sebelum makan, "ya Tuhan terima kasih atas berkat-Mu. Berkatilah makanan ini. Ya Tuhan, uangku abis...... gimana ya?? Amin."

Ternyata Tuhan menjawab doaku. Cotonya dibayarin bu Ririn walaupun aku udah sok nyodorin duit buat bayar. Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Terima Kasih Tuhan. Makasih bu Ririn.... Jasa2 mu tak kan ku lupakan :D

Senang sekali perutku bisa diisi makanan enak. Untung aku nemenin bu Ririn ke tempat fotocopy. Akhirnya aku bisa bertahan dengan Coto di perutku sampai jam pulang kantor sampe pulang Rumah.

Pelajaran hari ini :
1.  Kalo mau ke kantor walaupun buru2 cek duit dulu biar gak kelaparan

2. Walaupun lapar jangan nolak bantuin orang, siapa tau dapet traktiran (hehehe....kiding... :D pokoknya kebaikan sekecil apapun pasti ada pahalanya)
3. Kalo bener2 mentok jangan lupa, doa adalah jalan yang paling manjur (ehh bukan ingat pas lagi mentok aja ya)
4. Jangan lupa bilang makasih :D

Terima Kasih..... :)

Rabu, 06 April 2011

No More Melowati

Diposting oleh Itha Karla di 05.41
Reaksi: 
3 komentar
Ahh.... belakangan ini kok jadi mellowati ya..... apa tanda2 mau datang bulan ya....? Tapi hari ini beda, jadi suka terbahak-bahak sendiri. Gara-garanya lagi baca buku baru. Bukunya Raditya Dika. Yang 'Cinta Brontosaurus'. Pasti pada bisik dalam hati "yaelah hari gini baru baca....". Hehehe iya sih agak telat banget, alasan pertama  soalnya baru bisa ada waktu seneng2 dengan bacaan baru (eh bukunya dah lama ya... :D ) maksudnya baru tau ada bacaan bagus yang harus ga boleh ga dibaca (kemana aja diriku selama ini???). Alasan ke dua, gara2 abis baca blognya Merry Go Round yang tentang Raditya Dika itu, jadi penasaran pengen baca buku2nya... plus waktu itu pernah baca novel yang katanya terinspirasi sama Raditya Dika. "Cacing Kepanasan". Penasarannya tambah menjadi. Jadilah ku beli yang paling murah (lagi ga beruang soalnya) dengan harapan bisa membuatku tersenyum di hari2ku yang agak melow ini. Tapi ternyata gak sesuai dengan harapanku. Sejak ku baca kemarin, sampe barusan aku gak bisa senyum2.... kalo sakit perut nahan ketawa iya... hahaha....  tadi pagi aku baca bukunya di angkot. Dikira sarap ga y kalo ketawa kecil2 kayak nahan kentut... hahaha.... sama kayak di kantor, sukurlah kerjaannya gak banyak jadi aku bisa baca2.... tapi gak enak juga pengen ngakak tapi malu2 dan ditatap aneh sama bos.... akhirnya ku tutup kembali lembaran2nya, dan kusimpan rapih dalam tas hitamku. Sambil berkata dalam hati..... "sabar, sabar.... jam 4 udah pulang jadi bisa lanjut baca n ngakak sepuasnya di kamar tersayang..." memang bener kata mereka... nyesel baru membuktikannya.... pokoknya harus punya smua bukunya !! (dengan mata berbinar-binar).

Selasa, 05 April 2011

Telah Terjatuh

Diposting oleh Itha Karla di 05.27
Reaksi: 
0 komentar
Kucari dirimu dalam kehadiranmu

Sosok yang kurindu, yang pernah membaurkan tawa di awal terjadinya kita

Sosok yang membuatku terbuai dalam aroma cinta yang kau ciptakan
Menjadi telinga yang selalu sedia dengan tulus mendengar setiap keluh
Tertawa karena kegaringan ucapanku... setia mendengarkan hinaanku disertai senyum tulus


Kurindu saat itu, dikala awal kita masih tertawa bersama
Profil cinta yang utuh yang membuat ku berkata ya untuk cinta
Ku rindu kembali, menjadi dirimu dan diriku di awal ku mengenalmu

Tolong jangan katakan padaku aku salah mengenalmu....

 
Kerena ku telah terjatuh ke dalam nyamannya aura cinta yang kukenal lebih dulu...


Senin, 04 April 2011

Sungguh Mengharap Cinta-Mu

Diposting oleh Itha Karla di 15.59
Reaksi: 
0 komentar
Ku terkapar di ambang batas
Lalu kehampaan itu tak hanya menyapa, tapi mencabik sehelai demi sehelai harapan yang tersisa

Kini ruang itu kosong, bayang-Mu menjadi buram
Bagai pengembara di kelam malam tanpa persinggahan, tanpa penujuk arah, dan tanpa arah.
Aku hilang...

Kau telihat begitu mudah digapai oleh teori-teori yang telah ku tahu
Namun ketika ku mendekat, dengan angkuh dinding itu tercipta...
Dinding yang terbangun oleh keegoisanku, yang sungguh dapat kukendalikan...namun sering hati menjadi lemah dan mengorbankan-Mu untuk ke sekian kali.

Akankah Kau tetap disana, menungguku dengan setia melangkah setapak demi setapak, tertatih, terjatuh, undur lagi dikala hati ini lemah...dan begitu mendamba untuk bangkit lagi...dan kembali melangkah mendekati-Mu...

Akankah Kau bersabar atas ketidaksetiaanku, disaat Kau memandangku dengan penuh kasih dan berharap ku menemui-Mu?
Betapa tak layak untukku dicintai dengan cinta-Mu. Yang terlalu sempurna bagiku. 

Namun aku begitu berharap cinta seperti itu menjadi bagianku. Lebih dari apapun yang ku mau. Cinta yang sempurna yang membuatku selalu merasa sempurna. 

Masih bisakah aku menerimanya? Masih adakah kesabaran bagiku yang mengantarku melangkah lebih dekat lagi kepada-Mu? Masih sabarkah Kau menungguku jika ku terjatuh nanti... dan mengulurkan tangan-Mu ketika kuberharap Kau mengangkatku lagi? Perntanyan-pertanyaan itu selalu menyesaki hatiku.

Wahai Diri-Mu yang Agung, Ku rindu mendekat lagi... melekat kagi... dan Kau memandangku lagi, tersenyum lagi dan menggapaiku lagi.... 

Karena begitu sulit ku menggapai-Mu

Di sini aku
yang terpuruk

Sungguh mengharap cinta-Mu


 

Itha's True Tale Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei